Ikhlas dalam beramal

toilet1Ikhlas merupakan suatu kalimat yang sering kita dengar dan tidak asing lagi ditelinga kita. Bahkan sering menjadi bahasan atau tema dalam kajian kajian maupun dalam taklim taklim yang diadakan ditengah-tengah masyarakat. Hal ini bisa jadi dikarenakan Ikhlas merupakan suatu masalah yang sangat penting dan essensial karena akan sangat berpengaruh terhadap kualitas amal kita di hadapan Allah SWT.

Maka tak heran kalau kita perhatikan dalam menyusun suatu kitab hadits para ulama kita selalu menempatkan bab Ikhlas atau bab niat sebagai bab yang mengawali pembahasan dalam kitab-kitab hadits tersebut. Seperti dalam Hadits Arbainnya Imam Nawawi dan Riyadhus-Shalihin dapat kita temui pembahasan awalnya selalu diawali dengan bab Ikhlas atau bab niat.

Ada contoh sederhana dari seorang teman yang mungkin dapat kita jadikan gambaran atau analogi untuk menggambarkan suatu amal yang Ikhlas bahkan sangat-sangat ikhlas kita lakukan. Mohon maaf kalau contoh ini bagi sebagian pembaca dianggap kurang berkenan. Teman saya ini mencontohkan amal yang Ikhlas itu dengan seseorang yang sedang dalam perjalanan dan tiba-tiba sakit perut dan mau “BAB”, maka kira-kira apa yang akan dia lakukan. Hal pertama yang mungkin dia lakukan adalah bertanya kekanan dan kekiri dimana toilet dan mungkin bertanya kepada orang yang relatif dia kenal dan juga dengan suara yang lirih berbisik-bisik khawatir diketahui banyak orang. Setelah jelas posisi dan lokasi toilet dengan jurus langkah seribu kita akan bersegera untuk menuju kesana dengan harapan segera tertunaikan hajat kita dan mudah-mudahan nggak pake ngantri. Setelah sampai kita masuk dan kita buang segala hal yang mengganjal perut kita, dan setelah itu kita bersihkan segalanya lalu keluar dengan perasaan yang lega tanpa perasaan kehilangan apapun yang kita miliki plus yang terpenting adalah tak ada sedikitpun keinginan dari kita untuk menceritakan apa-apa yang kita alami didalam sana kepada orang lain. Luar Biasa……


Leave a Comment